
Pengembangan infrastruktur didasarkan pada sasaran pembangunan teknologi informasi dan komunikasi yang berfokus pada kemampuan untuk memacu inovasi, meningkatkan produktivitas, dan membangun sinergi antar berbagai elemen bangsa. Dalam upaya pencapaian ketiga tujuan tersebut, ketersediaan infrastruktur yang handal dan berkualitas tinggi dengan jangkauan yang luas akan dapat mendukung terciptanya sinergi antar seluruh komponen masyarakat dari berbagai daerah, lapisan, dan bidang pekerjaan. Karena demikian pentingnya peranan infrastruktur, diperlukan strategi khusus dalam perencanaan dan pengembangannya, khususnya dalam rangka menunjang keberhasilan pembangunan teknologi informasi dan komunikasi secara keseluruhan.
Dengan berdasar pada tujuan dan strategi pembangunan teknologi nasional, maka pengembangan infrastruktur harus dirancang sedemikian rupa sehingga mampu mendukung terealisasinya produk-produk teknologi informasi dan komunikasi, baik dalam bentuk aplikasi maupun isi, serta mampu menjangkau seluruh daerah dan lapisan masyarakat, baik didasarkan pada geografis, tingkat pendidikan, maupun daya beli. Infrastruktur yang dibangun harus mampu menyediakan sarana komunikasi yang efisien, efektif, dan berkapasitas tinggi, sehingga tidak hanya mampu mempersatukan seluruh bangsa, namun juga menyediakan sarana bagi kemajuan kegiatan perekonomian yang dapat memakmurkan bangsa.
Pembangunan infrastruktur harus pula didasarkan pada kriteria (arah dan kerangka) pembangunan teknologi informasi dan komunikasi dengan sedapat mungkin bertumpu pada kemandirian bangsa dalam hal penguasaan teknologi. Di samping itu, infrastruktur yang dibangun diharapkan dalam jangka panjang mampu menyediakan landasan bagi pengembangan teknologi dan industri sampai sepuluh tahun ke depan.
Infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi terdiri atas beberapa aspek yang semuanya harus dibangun secara paralel dan saling menunjang.
pertama adalah jaringan fisik yang berfungsi sebagai jalan raya informasi, baik pada tingkat saluran akses pelanggan maupun pada tingkat backbone. Pada tingkat backbone, jaringan komunikasi harus mampu menghubungkan seluruh daerah di Indonesia sampai ke wilayah pemerintahan terkecil. Sedangkan pengembangan saluran akses pelanggan harus memungkinkan sistem akses yang murah dan memadai bagi masyarakat luas. Pemikiran ini mendasari perlunya penelitian dan pengembangan bidang jaringan informasi dan sistem telekomunikasi, teknologi akses dalam bentuk community access point, serta sistem penyiaran televisi digital.
Aspek kedua adalah pengembangan pengelolaan sumber informasi yang harus dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh seluruh komponen masyarakat. Sangat diperlukan adanya interoperabilitas sumber daya informasi yang tersebar dalam wilayah geografis yang luas, sehingga mampu dimanfaatkan secara efisien dan efektif oleh para pemangku kepentingan di negara ini. Aspek yang terakhir adalah pengembangan perangkat keras, baik di sisi terminal maupun jaringan, yang dirancang berdasarkan kebutuhan dan kondisi jaringan di Indonesia, dengan mengadopsi sistem terbuka dan menanamkan tingkat kecerdasan tertentu yang memudahkan proses integrasi sistem dan pengembangannya di masa depan.
Pada akhirnya perlu ditekankan bahwa pembangunan infrastruktur tidak dapat berjalan sendiri. Pada saat yang bersamaan, perlu dilakukan pula pengembangan aplikasi dan isi yang berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi, dibarengi dengan penyiapan sumber daya manusia sebagai perencana, pengembang, pengoperasi, dan pengguna teknologi. Seluruh aktivitas penelitian dan pengembangan tersebut perlu terintegrasi untuk memastikan keberhasilan pencapaian tujuan pembangunan teknologi informasi dan komunikasi.
4.1.1 Jaringan Informasi dan Sistem Telekomunikasi
a) Pendahuluan
Penetrasi teknologi informasi dan komunikasi mutlak diperlukan bagi kemajuan perekonomian di Indonesia. Saat ini angka teledensitas di Indonesia masih rendah berada di bawah 4%. Padahal, menurut ITU-T, peningkatan 1% penetrasi teknologi informasi dan komunikasi dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 3%. Beberapa alasan rendahnya ketersediaan layanan ini adalah tingginya biaya infrastruktur jaringan kabel karena letak geografis yang sulit terjangkau secara fisik sehingga pembangunan dan pemeliharaan peralatan menjadi mahal.
Dengan demikian layanan komunikasi tidak dapat merata ke seluruh masyarakat Indonesia terutama masyarakat pedesaan. Hal ini disebabkan karena tingginya biaya investasi tersebut tidak dibarengi dengan potensi pendapatan yang memadai sehingga operator cenderung mengkonsentrasikan pembangunannya di perkotaan saja. Ini menjadi suatu tantangan penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan sistem dan teknologi yang memungkinkan untuk meningkatkan penetrasi dan teledensitas teknologi informasi dan komunikasi bagi masyarakat pedesaan dan daerah terpencil di Indonesia dengan mempertimbangkan biaya investasi dan kesulitan geografisnya. Tantangannya adalah bagaimana menggunakan teknologi radio yang relative murah supaya dapat dipergunakan sebagai alat komunikasi suara maupun data layaknya pesawat telpon biasa (PSTN). Selain itu, fenomena konvergensi teknologi informasi, akibat menyatunya teknologi komputer, komunikasi, dan konten (audio visual) yang melahirkan teknologi multimedia, menyebabkan kebutuhan bandwith menjadi mendesak dengan makin banyaknya kebutuhan aplikasi dan layanan yang menyerap bandwidth besar. Keterbatasan infrastruktur yang ada dan harganya yang mahal menyebabkan perlunya penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan teknologi dengan bandwidth lebih lebar tetapi dengan biaya komunikasi lebih murah, terutama bagi masyarakat pedesaan. Sistem telekomunikasi berbasis Internet Protocol menjadi suatu pilihan yang harus karena dengan ini kemudahan pendistribusian dan pencarian konten dapat tercapai. Dengan tersedianya jaringan informasi dan sistem telekomunikasi yang menjangkau segenap lapisan masyarakat, baik secara geografis maupun ekonomis, layanan-layanan apa saja dapat diberikan kepada siapa saja yang berwewenang, kapan saja dan dimana saja.
Sasaran jaringan informasi dan sistem telekomunikasi diarahkan untuk :
- Meningkatkan ketersediaan infrastruktur jaringan informasi dan sistem telekomunikasi untuk masyarakat Indonesia berbasis Internet Protocol untuk dipergunakan oleh layanan-layanan elektronik sebagai penunjang kegiatan perekonomian digital
- Mengembangkan sarana dan prasarana sistem akses dan sistem telekomunikasi yang handal dan terjangkau serta mempunyai bandwith yang memadai;
- Mengembangkan ubiquitous network dan infrastrukturnya untuk kemudahan penyebaran dan pencarian informasi;
- Mengembangkan teknologi telekomunikasi pedesaan berbasis IP atau Rural Next Generation Network (R-NGN) yang cocok untuk melayani kebutuhan komunikasi daerah pedesaan modern (Kadiman, 2006).
c) Kegiatan Penelitian
Pengembangan jaringan informasi dan sistem telekomunikasi (NGN) berbasis IP yang dijelaskan di atas memerlukan kegiatan-kegiatan penelitian sebagai berikut:
- Mengembangkan teknologi radio link dan power line carrier yang sanggup melaluikan trafik IP dengan bandwidth dan quality of service yang memadai untuk layanan multimedia;
- Mempelajari dan mengembangkan teknologi smart antenna untuk memungkinkan koneksi yang fleksibel terhadap perubahan peralatan, aktivitas dan lingkungan;
- Pengembangan switch dan router sebagai komponen NGN yang memadai untuk dipasang pada tiap komunitas pedesaan di seluruh Indonesia;
- Mengembangkan teknologi yang memungkinkan untuk komunikasi nirkabel pada jarak dan kualitas yang memadai untuk menghubungkan semua daerah pedesaan Indonesia yang secara fisik sulit terjangkau;
- Mengembangkan teknologi untuk self organizing overlay untuk hierarchical networks.
d) Roadmap
Roadmap jaringan informasi dan sistem telekomunikasi digambarkan berupa Tabel yang memperlihatkan tahapan, kegiatan dan keluaran (lihat Tabel 1). Tahapan 1 menggunakan teknologi generasi 4 yang sesuai untuk daerah pedesaan, belum di mulainya kegiatannya pengembangan ini, sehingga teknologi ini belum bisa perkirakan kapan akan dinikmati masyarakat. Namun pemunculannya sudah dapat diduga bahwa teknologi tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang mayoritas tinggal di desa, dengan masuknya teknologi generasi ke 4 akan mempermudah untuk mengembangkan ekonomi pedesaan berbasis IT.
Digital Broadcasting
a) Pendahuluan
Keunggulan sistem TV digital dibanding analog terletak pada kualitas penerimaan yang lebih baik, kebutuhan daya pancar yang lebih kecil, ketahanan terhadap interferensi dan kondisi lintasan radio yang berubah-ubah terhadap waktu (seperti yang terjadi jika penerima TV berada di atas mobil yang berjalan cepat), serta penggunaan bandwidth yang lebih efisien. Segala kelebihan tersebut dimungkinkan oleh pemanfaatan teknologi pengolahan sinyal digital seperti kompresi, pengkodean kanal, dan ekualisasi digital yang berkembang pesat dalam dua dasawarsa terakhir. Pada saat bersamaan teknologi chip telah berkembang pesat dan memungkinkan seluruh pengolahan digital sampai di tingkat RF dilakukan oleh perangkat berukuran kecil dan murah jika diproduksi masal. Aplikasi teknologi siaran digital juga menawarkan integrasi dengan layanan multimedia lainnya serta integrasi dengan layanan interaktif seperti Video on Demand (VoD), Pay Per View (PPV), bahkan layanan komunikasi dua arah seperti teleconference.
Desain dan implementasi sistem siaran TV digital terutama ditujukan pada peningkatan kualitas gambar. Terdapat dua aspek yang berbeda dan memerlukan kompromi dalam hal ini. Pada satu sisi, teknologi TV digital memungkinkan pengiriman gambar dengan akurasi dan resolusi sangat tinggi, tetapi pada sisi lain memerlukan tersedianya kanal dengan laju sangat tinggi, mencapai belasan Mbps. Di sisi lain, sistem TV digital juga diharapkan mampu menghasilkan penerimaan gambar yang jernih, stabil, dan tanpa efek bayangan atau gambar ganda, walaupun pesawat penerima berada dalam keadaan bergerak dengan kecepatan tinggi. Selain ditunjang oleh teknologi penerima yang mampu beradaptasi dengan lingkungan yang berubah, TV digital perlu ditunjang oleh sejumlah pemancar yang membentuk jaringan berfrekuensi sama atau SFN (single frequency network) sehingga daerah cakupan dapat diperluas.
Karena kelebihan gambar digital ini dibandingkan dengan gambar analog, TV analog di negara maju diperkirakan masih dipakai sampai akhir 2006. Dengan demikian produksi peralatan pengolah gambar yang baru (cable, satellite, VCR, DVD players, camcorders, video games consoles) adalah dengan menggunakan format digital. Untuk itu supaya pesawat analog masih dapat dipakai diperlukan inverter (set top box) yang dapat merubah signal digital ke analog sehingga dapat dilihat dengan menggunakan TV receiver biasa.
b) Sasaran
- Tersedianya suatu standar yang menjadi landasan bagi pengembangan teknologi penyiaran digital berdasarkan penelitian terhadap standar-standar yang telah ada di banyak negara.
- Tersedianya teknologi siaran yang memiliki efisiensi spektral yang tinggi sehingga laju informasi yang tinggi harus dapat dialirkan melalui alokasi pita frekuensi yang terbatas (sekitar 6 MHz per stasiun TV).
- Tersedianya teknik modulasi dan penataan frekuensi yang mampu menekan interferensi sekecil mungkin antar stasiun dan antar sistem.
- Tersedianya teknologi jaringan siaran yang mampu mencapai daerah cakupan yang luas dengan teknik single frequency networks yang dikombinasi dengan teknologi seluler.
- Tersedianya teknologi yang mendukung layanan interaktif berupa Service on Demand yang memungkinkan pelanggan memanfaatkan layanan sesuai kebutuhannya, baik untuk penerima tetap atau bergerak.
c) Kegiatan Penelitian
Beberapa penelitian tentang digital broadcasting yang dilakukan untuk memenuhi sasaran-sasaran tersebut di atas antara lain:
- Penelitian terhadap standar-standar yang telah ada didunia diperlukan terlebih dahulu untuk mencari kekurangan dan kelebihan masing-masingnya.
- Pengembangan teknologi kompresi, pengkodean, dan penformatan yang memungkinkan untuk pengiriman informasi sebanyak-banyaknya pada lebar pita terbatas sebesar 6 MHz, untuk menghasilkan efisiensi daya dan efisiensi spektrum bagi pemancar dengan tetap menjaga kualitas gambar.
- Pengembangan teknologi program stream multiplexing dan transport streaming.
- Pengembangan teknik modulasi yang memiliki resistansi terhadap pergerakan pesawat penerima dan terhadap munculnya sinyal pantulan yang dapat mengakibatkan gambar ganda. Termasuk juga pengembangan teknik modulasi yang mampu mengakomodasi teknologi multi-pemancar atau SFN sehingga sinyal dari sejumlah pemancar dapat digabungkan tanpa menimbulkan efek gambar ganda.
- Pengembangan teknologi konversi digital to analog dan pemanfaatannya untuk pembuatan set-top box pada perangkat TV analog yang sederhana, tanpa perlu fabrikasi yang rumit, sehingga pemasyarakatan TV digital pada tahap transisi dari analog ke digital dapat berlangsung cepat.
- Pengembangan integrasi perangkat penerima TV digital pada sistem penerima seluler, terutama yang berbentuk PDA dengan harga yang murah.
d) Roadmap
Roadmap digital broadcasting meliputi 5 tahapan kegiatan dan keluaran (lihat Tabel 3). Keluaran akhir dari kegiatan ini adalah adanya layanan TV digital melalui peralatan seluler.
Tabel 3. Roadmap Digital Broadcasting aju.
4.1.3 Perangkat keras (komputer, instrumen, network device)
a) Pendahuluan
Setiap perangkat keras atau alat berkomputer memiliki spesifikasi dan karakteristik yang sangat berbeda satu dengan lainnya. Penggabungan perangkat-perangkat tersebut ke dalam sebuah sistem atau ke dalam sebuah jaringan memerlukan interface dan protokol standar yang dapat menjamin keterhubungan (kompabilitas) di antara perangkat. Standar atau kriteria teknis yang dapat diikuti oleh semua perangkat yang terkait memungkinkan sistem dapat beroperasi secara benar dan pengguna terhindar dari kerugian akibat pemakaian perangkat yang tak berkecocokan.
Saat ini sebagian besar perangkat keras adalah buatan luar negeri. Meski perakitannya dapat dilakukan di dalam negeri, namun harga perangkat tersebut relatif masih tinggi atau belum dapat terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Diperlukan perangkat yang bisa diproduksi secara masal untuk mengurangi harga pengadaan atau yang dapat memanfaatkan medium alternatif untuk menekan atau meniadakan biaya operasional.
Diperlukan adanya intelligent device yang mengintegrasikan keragaman komponen dan keragaman fitur pada setiap perangkat ke dalam sebuah sistem perangkat yang lengkap fungsi dan bersifat otonom. Device semacam ini diharapkan akan berdimensi lebih kecil dari perangkat-perangkat yang digabungkannya serta memiliki suatu fitur inisiatif.
Infrastruktur jaringan kabel yang menjadi penghubung berbagai perangkat keras berkomputer seringkali mahal harganya akibat dari bentuk geografis negara Indonesia sehingga daerah-daerah yang harus dihubungkan sangatlah luas atau kadang sulit terjangkau. Adanya jaringan nirkabel (wireless network) merupakan suatu sarana yang sangat diperlukan, karena dapat meniadakan keterbatasan koneksi fisik akibat keadaan daerah serta dapat mengurangi biaya yang diberikan untuk penyediaan infrastruktur. Jaringan nirkabel dapat mendukung kemudahan untuk terhubung dengan ditempatkannya banyak titik-titik akses (hotspot).
Luasnya jangkauan akses serta besarnya data yang dialirkan membutuhkan perangkat dan infrastruktur jaringan yang dapat mentransmisikan data super cepat (high speed data transmision). Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan tersedianya divais yang memiliki sistem pemaketan data yang efisien dan mekanisme komunikasi yang singkat, serta media transmisi berkapasitas cepat.
b) Sasaran
Berdasarkan permasalahan-permasalahan diatas, sasaran yang ingin dicapai dari program penelitian dan pengembangan perangkat keras teknologi informasi dan komunikasi adalah sebagai berikut:
- Menghasilkan suatu rancangan perangkat keras komputer sebagai alat penghubung ke jaringan informasi dengan harga terjangkau oleh segenap lapisan masyarakat yang cocok dioperasionalkan di lingkungan yang umumnya dihadapi oleh masyarakat Indonesia (panas, lembab, berdebu) dengan kebutuhan daya yang minimal;
- Menghasilkan perangkat nirkabel cerdas yang dapat dipergunakan untuk akusisi, pengolahan, dan pengiriman data yang terhubung dalam suatu jaringan informasi;
- Menghasilkan komponen-komponen jaringan informasi dengan kemampuan transmisi data yang memadai untuk mendukung terbentuknya jaringan informasi nasional yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia dengan harga yang terjangkau.
4.2 Perangkat Lunak
Selaras dengan pembangunan teknologi informasi dan komunikasi yang berfokus pada peningkatan inovasi, produktivitas, dan sinergi, diperlukan suatu usaha yang terintegrasi dalam meneliti dan mengembangkan sistem perangkat lunak. Pengembangan diarahkan pada realisasi sistem aplikasi yang mampu menunjang proses transaksi ekonomi yang cepat dan aman, serta pengambilan keputusan yang benar dan cepat. Apabila fasilitas tersebut mampu mencapai segala tingkat manajemen, mulai tingkat transaksional, operasional, sampai manajerial, maka dapat diharapkan terwujudnya peningkatan produktivitas dalam kegiatan perekonomian di Indonesia.
Pengembangan perangkat lunak aplikasi harus sesuai dengan arah dan kerangka kebijakan teknologi informasi dan komunikasi. Harga yang terjangkau dan kemampuan bersaing di tingkat internasional merupakan kriteria yang diinginkan, khususnya dalam mendukung arah kebijakan dalam rangka substitusi impor. Di samping itu pengembangan sistem aplikasi perlu mengakomodasi kebutuhan nyata masyarakat perekonomian Indonesia sedemikian hingga benar-benar mampu menjadi sarana pendukung kegiatan ekonomi di Indonesia. Sementara itu, dengan merujuk pada arah kebijakan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi yang berbasis sumber daya dan ilmu pengetahuan, perlu dilakukan eksploitasi kekhasan dan kekayaan pengetahuan dan kebudayaan Indonesia untuk menghasilkan produk-produk yang mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Dengan mengacu pada arah dan kerangka di atas, maka penelitian dan pengembangan perangkat lunak perlu mengintegrasikan sejumlah aspek. Pertama, bahasa pemrograman sebagai komponen fundamental dalam pengembangan perangkat lunak perlu mendapat perhatian khusus. Dalam hal ini diperlukan adanya bahasa pemrograman tingkat tinggi atau high level definition language yang dikembangkan untuk keperluan disiplin ilmu tertentu sehingga mampu mendukung desain dan pembuatan program aplikasi sesuai kebutuhan masyarakat pengguna. Kedua, sistem operasi sebagai pelaku manajemen sumber daya perangkat keras komputer dan penyedia platform bagi perangkat lunak aplikasi juga perlu dikembangkan. Sejumlah karakteristik perlu dipenuhi dalam pengembangan sistem operasi, di antaranya kehandalan yang tinggi, konsumsi sumber daya memori dan Central Processing Unit (CPU) yang minimal, serta fleksibilitas dalam mengakomodasi perangkat keras maupun program aplikasi baru.
Ketiga, perlu dikembangkan program-program aplikasi baru yang disesuaikan dengan aktifitas masyarakat pengguna, baik yang berkaitan dengan sektor perekonomian, industri, pendidikan, maupun pemerintahan. Dengan demikian diharapkan bahwa target peningkatan produktivitas yang diinginkan dapat sungguh-sungguh tercapai. Pengembangan sistem aplikasi juga meliputi segmen khusus yang berkaitan dengan pengembangan teknik komputasi dan simulasi. Bidang ini memegang peran penting dalam pengembangan sektor ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mendukung kegiatan praktis yang memerlukan proses komputasi yang berat. Arah penelitian dan pengembangan meliputi sistem dan algoritma simulasi dan komputasi yang efisien dan tepat sasaran.
Terakhir, dalam rangka akselerasi pengembangan dan pendayagunaan perangkat lunak, perlu pula ditinjau implementasi konsep open source di Indonesia. Penerapan konsep ini diharapkan mampu menggalakkan industri perangkat lunak dengan melibatkan partisipasi dari segenap lapisan masyarakat di Indonesia tanpa mengkhawatirkan terjadinya pelanggaran hak cipta.
Keberhasilan pengembangan perangkat lunak bergantung pada ketersediaan infrastruktur dan sumber daya manusia. Di samping itu, manfaat sebesar-besarnya dari perangkat lunak hanya dapat dicapai dengan perencanaan dan penyusunan isi informasi (information content) yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
4.2.1 Sistem Operasi
a) Pendahuluan
Jika dibandingkan pada tahun-tahun yang lampau, kemampuan peralatan meningkat dengan sangat cepat. Handphone / telpon genggam telah dilengkapi dengan kemampuan komputer desktop, peralatan kontrol di bagian produksi telah dilengkapi dengan web server hingga dapat diakses melalui penjelajah internet biasa. Dengan semakin majunya teknologi semikonduktor, kapasitas dan kemampuan processing mikroprosesor, bertambahnya kemampuan suatu peralatan industri, rumah tangga maupun peralatan elektronik di atas semakin
condong disebabkan oleh kemampuan perangkat lunak yang terdapat dalamnya. Peralatan- peralatan itu dilengkapi dengan perangkat lunak yang semakin banyak dan semakin kompleks yang berasal dari berbagai tempat. Untuk mengatur berjalannya perangkat-perangkat lunak tersebut secara harmonis dalam peralatan dibutuhkan suatu perangkat lunak dasar yang disebut dengan sistem operasi. Salah satu yang paling terkenal adalah sistem operasi Windows dari Microsoft yang menjadi dasar bagi komputer personal untuk menjalankan perangkat lunak pengolah kata, pengolah tabel, pengolah gambar dan lain sebagainya. Terdapat berbagai sistem operasi selain Microsoft Windows seperti GNU/Linux, Unix, VxWorks dan QNX.
Perangkat sistem operasi berguna untuk : mengatur penggunaan sumber daya / resources seperti memory, periferik, mengatur aktivasi perangkat lunak guna pemrosesan oleh mikroprosesor dan menunda aktivasi perangkat lunak lainnya (scheduler), mengatur pertukaran data antar program.
Fitur-fitur dasar yang diinginkan dari suatu sistem operasi:
- Memiliki keandalan dan kesediaan yang tinggi dan tangguh dalam mendukung bermacam-macam penggunaan
- Ringan, dalam arti tidak membebani peralatan dengan programnya sendiri. Karena pengguna membeli peralatan untuk memanfaatkan program-program aplikasinya dan bukan sistem operasinya.
- Mudah di porting ke berbagai macam perangkat keras dengan peruntukan berbeda-beda, Mudah dilengkapi/ditambah modul untuk mensupport perangkat baru.
Berbagai standar seperti POSIX juga dibuat untuk menyeragamkan penggunaan layanan sistem operasi oleh program-program aplikasi. Dengan standar ini, program aplikasi akan dapat dipergunakan di berbagai sistem operasi dengan menggunakan coding/source code yang sama.
Berdasarkan penggunaannya, sistem operasi dapat digolongkan dalam sistem operasi untuk sistem embedded dan untuk sistem komputer desktop. Sedangkan berdasarkan karakteristiknya, sistem operasi digolongkan menjadi sistem operasi interaktif seperti Unix dan Windows, sistem operasi batch dan sistem operasi real-time.
Walaupun sudah banyak jenisnya di pasaran, pengembangan sistem operasi masih jauh dari selesai untuk mendapatkan sistem operasi yang ideal. Carneghia-Mellon University mengeluarkan sistem operasi micro kernel MACH, ERIKA (Embedded Real tIme Kernel Architecture) dari University of Padua. FAA mengeluarkan standard DO-178B yang harus dipenuhi oleh sistem operasi untuk dapat digunakan dalam peralatan avionik.
Dengan semakin ketatnya kebutuhan dan kompleksnya pekerjaan-pekerjaan yang harus ditangani, penelitian dan pengembangan sistem operasi berkembang menjadi sangat terspesialisasi sesuai dengan kebutuhannya. Pengembangan sistem operasi untuk robot akan jauh berbeda dengan sistem operasi untuk komputer desktop dan berbeda pula dengan sistem operasi untuk telpon genggam.
Beberapa tipe sistem operasi seperti dijelaskan di atas, pada saat ini berkembang dalam jalannya masing-masing sesuai dengan kebutuhan yang spesifik. Kebutuhan spesifik ini bisa berupa fitur-fitur yang dibutuhkan maupun perangkat keras / mikroprosesor yang digunakan.
Pengembangan berdasarkan kebutuhan spesifik ini merupakan peluang bagi pengembang perangkat lunak di Indonesia. Bisa karena perangkat keras yang digunakan maupun karena fitur-fitur yang diperlukan adalah spesifik sesuai dengan prioritas pengembangan peralatan elektronika di Indonesia.
b) Sasaran
Penelitian pada bidang sistem operasi diarahkan untuk topik-topik berikut:
- Sistem operasi yang dependable. Suatu sistem disebut dependable jika perilaku sistem tersebut dapat diprediksikan dan dengan andal, atau dengan kata lain jika perilakunya sesuai secara konsisten dengan model yang dapat dipahami dan bermanfaat. Kenyataannya saat ini sistem-sistem operasi yang ada atau kebanyakan perangkat lunak mempunyai dependability yang rendah, sebagian disebabkan karena kegagalan perangkat lunak dan juga akibat perilaku sistem yang tidak dapat diprediksikan.
- Sistem operasi komoditas yang lebih andal. Bahwa saat ini dan di masa datang sistem-sistem operasi yang tersedia bagi publik akan mempunyai kekurangan, terutama dalam dalam keandalan, tidaklah dapat dihindari. Untuk mengatasi hal tersebut, kita dapat meningkatkan keandalan sistem operasi dengan cara menambahkan suatu subsistem yang akan mengisolasi sistem operasi terhadap kegagalan sebuah driver.
- Sistem operasi dengan keamanan tinggi. Sistem keamanan sistem operasi yang ada saat ini dirancang untuk melindungi pengguna suatu sistem terhadap pengguna lain dan juga untuk melindungi sistem operasi i iterhadapDprogram yang tidak bekerja dengan benar. Arsitektur keamanan demikian dirancang di masa lalu di mana kode program berasal dari sumber yang dapat dipercaya dan ukuran jaringan data masih kecil. Akan tetapi saat ini, pengguna dan komputer dikelilingi oleh dan terhubung ke berbagai sumber yang tidak dapat dipercaya, pengirim iklan dan bahkan organisasi kejahatan terselubung. Dalam keadaan demikian kode yang dapat dieksekusikan berasal dari berbagai arah, sehingga sistem operasi harus dapat melindungi pengguna dari kode yang mungkin berbahaya yang dijalankan baik sengaja maupun tidak.
- Sistem operasi kecil untuk embedded system dan real-time system. Embedded system, yang salah satu aplikasi utamanya pada wireless censor network, mempunyai kendala dan persyaratan yang berbeda dengan arsitektur komputer PC misalnya, antara lain: memory yang kecil, sumber energi yang terbatas, terpasang pada obyek yang mobile (onboard), dan sering kali diinginkan menjalankan sistem yang real-time. Wireless censor network mempunyai potensi yang cukup besar di Indonesia, misalnya untuk pemantauan aktifitas gunung berapi, pemantauan bangunan atau infrastruktur sipil ataupun untuk keperluan penggelaran sistem komunikasi pada kondisi darurat atau pada saat terjadi bencana alam atau industri.
- Sistem operasi untuk pemrosesan komputasi jaringan. Makin banyak komputasi yang dilakukan oleh banyak peralatan yang terhubung dalam satu jaringan pada saat bersamaan. Demikian juga jaringan cerdas juga merupakan arah perkembangan yang perlu diantisipasi karena merupakan masa depan operasi sistem-sistem yang terhubung membentuk suatu jaringan. Dari tahapan –tahapan berikut dapat terlihat bahwa peran teknologi dan informasi dapat menciptakan sinergi antar elemen bangsa.
www.en.wikipedia.org/wiki/Information_technology
www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/04/tgl/23
www.bbc.co.uk./schools/gcsebitesize/ict
http://www/.ocw.mit.edu/NR/rdonlyres/Urban-Studies-and-Planning.http://www.ocw.mit.edu/NR/rdonlyres/Media-Arts-and-Sciences
www.batan.go.id/raker/doc/buku_putih_tik.pdfhttp://www/.ocw.mit.edu/OcwWeb/Urban-Studies-and-Planning/11-01Introduction-to-Technology-and-CitiesFall2002
www.ocw.mit.edu/OcwWeb/Urban-Studies-and-Planning/11501Introduction-to-Technology-and-CitiesFall2002/Syllabus/
http://www.ocw.mit.edu/OcwWeb/Special-Programs/SP-259Spring-2006/Projects/http://wwwa.britannica.com/eb/article-44128
http://www.corning.com/http://web.mit.edu/olh/Welcome/rules.html#mitnet
http://www.seattletimes.com./
http://www.chicagotribune.com/.
http://www/.ristek.go.id
www.atmajaya.ac.id/Pemanfaatan
www.tempointeraktif.com/Asean
http://www.kompas.com/
http://www/.depkop.go.id/index.index.php?0ption=com_content&task=view&id=661&Itemid=108
www.kompas.com/kompas-cetak/0404/19/tekno/969376.htm
www.itb.ac.id/focus/focus_file/IT_Policy_v1.1.pdf
www.postel.go.id/content/ID/regulasi/telekomunikasi/kepdir/pt%20dwimitra%20daya%20eltiga.pdf
www.eprints.rclis.org/archive/00004296/01/WAWAN_PERKEMBANGAN_TI.pdf
www.beritaiptek.com/zkolom-beritaiptek-2006-07-31%2012:41:58-Arah-Penelitian-Teknologi-Informasi-dan-Komu
www.aufklarung.wordpress.com/2005/04/26/menpan-contohlah-india-dan-kanada/
www.cert.or.id/~budi/presentations/IT-PUSTENA.pdf
www.dikti.org/inpres_no_6_2001__telematika.htm
http://www.depkominfo.go.id/?pid=egov&cid=egov_002